Seminar Sistem Kearsipan

Disela mengikuti seminar Sistem Kearsipan, mengikuti kursus singkat BLOG bersama Dr. Rasto, M.Pd. Thank Mr. Rasto

Pengembangan Media pembelajaran berbasis ICT pada mata pelajaran IPS SD

Pengembangan Media pembelajaran berbasis ICT pada mata pelajaran IPS SD bagi Guru-guru SD se Provinsi Bali

Workshop Pendidikan Keuangan pada Mata Pelajaran IPS SD dan SMP di laksnaakan di Bank Indonesia.

Penyusunan Kurikulum Pendidikan Keuangan SD dan SMP, kerjasama BI dan Kemdiknas, dilaksanakan tanggal 30 Juni-1 Juli 2011

Pelatihan manajemen Perubahan bagi Karyawan PT Gresik di Universitas Brawijaya Malang

Pelatihan manajemen Perubahan bagi Karyawan PT Gresik di Universitas Brawijaya Malang

Kunjungan ke Musium Bom Nagasaki Jepang

Suasana di Kantor Rektor Universitas Nagasaki Jepang

Suasana di Kantor Rektor Universitas Nagasaki Jepang

Kunjungan ke Asia Pasifik University di Oita Perfecture Jepang

Pengalaman naik kereta api tercepat di Jepang \\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\"Zinkazen\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\"

Kunjungan ke LPMP Kalimantan Tengah

Kegiatan Pelatihan Pembelajaran berbasis ICT Guru-guru SD di Propinsi Bali

Staf Dosen Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran

Dosen Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran

 

Selamat Datang

Selamat Datang di Blog Pendidikan!

Blog ini berisi tentang  artikel, aktivitas pendidikan yang dibuat dan dipublish oleh pemilik.

Konsep Manajemen Logistik

A.Logistik

Secara etimologi, logistik berasal dari bahasa Yunani kuno yang terdiri dari dua suku kata, yaitu “Logic” yang berarti rasional, masuk akal dan dapat dipertanggungjawabkan. Suku kata yang kedua adalah “Thios” yang berarti berpikir. Jika arti kedua suku kata itu dirangkai, memiliki makna berpikir rasional dan dapat dipertanggungjawabkan (Sutarman, 2005). Seiring berkembangnya jaman, arti logistik mengalami pergeseran.

Menurut Sondang P Siagian (2003:58) “Logistik adalah keseluruhan bahan, barang, alat dan sarana yang diperlukan dan dipergunakan oleh suatu organsasi dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasarannya”.

Pendapat di atas diperkuat dengan pendapat Lukas Dwiantara dan Rumsari H.S (2004:2) yang menyebutkan “Logistik adalah segala sesuatu atau benda yang berwujud dan dapat diperlakukan secara fisik (tangible), baik yang digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan pokok maupun kegiatan penunjang (administrasi)”.

Sementara Yolanda M. Siagian (2005:3) melihat logistik dari segi dunia bisnis yakni “Logistik merupakan bagian dari proses rantai suplai yang berfungsi merencanakan, melaksanakan, mengontrol secara efektif, efisien proses pengadaan, pengelolaan, penyimpanan barang, pelayanan dan informasi mulai dari titik awal (point of origin) hingga titik konsumsi (point of consumption) dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumen.

NOMOR INDUK PEGAWAI NEGERI

Sebagai seorang pegawai negeri sipil kadang tidak memahami tentang nomor induk pegawai. Sebenarnya apa dan bagaimana ketentuan tentang Nomor Induk Pengawai Negeri Sipil. Berikut dikutip dari sumber :http://www.bkn.go.id/in/peraturan/pedoman/pedoman-pegawai/pegawai-cpns.html, dijelaskan perihal nomor induk pegawai negeri sipil.

Pemberian Nomor Induk Pegawai (NIP)

  • Nomor induk pegawai (NIP) diberikan kepada setiap Pegawai Negeri Sipil termasuk calon Pegawai Negeri Sipil.
  • Fungsi NIP adalah sebagai berikut:
  1. Sebagai nomor identitas Pegawai Negeri Sipil.
  2. Sebagai nomor pensiun
  3. Sebagai nomor asuransi social Pegawai Negeri Sipil (atau nama lain yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan.
  4. Sebagai dasar penyusunan dan pemeliharaan tata usaha kepegawaian yang teratur
  • NIP hanya berlaku selama yang bersangkutan menjadi Pegawai Negeri Sipil, atau dengan perkataan lain, NIP dengan sendirinya tidak berlaku lagi apabila yang bersangkutan sudah berhenti sebagai Pegawai Negeri Sipil, Kecuali untuk kepentingan pension dan ansuransi social Pegawai Negeri Sipil.
  • Apabila yang bersangkutan berhenti sebagai Pegawai Negeri Sipil, maka NIPnya tidak dapat digunakan untuk Pegawai Negeri Sipil lain.
  • Pegawai Negeri Sipil yang pindah antar instansi Pemerintah atau ditugaskan kepada instansi lain tetap menggunakan NIP yang telah ditetapkan baginya.
  • Pegawai Negeri Sipil yang diberhentikan sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan hak pensiun, apabila kemudian diangkat kembali menjadi Pegawai Negeri Sipil, tetap menggunakan NIP yang telah ditetapkan baginya.
  • Pegawai Negeri Sipil yang diberhentikan sebagai Pegawai Negeri Sipil tanpa hak pensiun, apabila kemudian diangkat kembali menjadi Pegawai Negeri Sipil, tetap menggunakan NIP yang telah ditetapkan baginya